Minggu, 06 Agustus 2017

Semarak HUT RI Ke-72 Di Desa Nirannuang

Setiap tahun pada tanggal 17 Agustus , setiap warga negara Indonesia baik yang berada di Indonesia maupun berada diluar Negeri memperingati hari Kemerdekaan Negara Replublik Indonesia tepatnya 17 Agustus 1945 dan tahun ini genap berusia 72. Peringatan HUT RI ke 72 ini ditandai dengan Upacara Bendera, namun untuk memeriahkan HUT RI ke 72, berbagai kegiatan pun dilakukan sehingga lebih semarak.
Begitupun di Desa Nirannuang, berbagai Lomba yang melibatkan seluruh komponen masyarakat Desa Nirannuang pun diadakan, dari tingkat RT/RW, Hingga Tingkat Dusun. Lomba yang sering diadakan yakni : Lomba makan kerupuk, Lomba lari karung, lomba gigit sendok dan masih banyak lomba lainnya. Setiap lomba ini pun bukan hanya sekedar permaiann atau perlombaan, namun memiliki nilai semangat kePahlawanan, salah satu contohnya seperti Lomba Makan kerupuk yang mengenang kehidupan para Pahlawan yang kala itu sangat susah sehingga hanya makan nasi dan kerupuk.

Acara pembukaan Hut RI 17 Agustus 1945 yg ke 72 didusun batu bilaya Desa Nirannuang

 Foto Arifin Nice.
 Foto Arifin Nice.
 Foto Arifin Nice.
 Foto Arifin Nice.

Salam Punggawa Macakka Bersama Kepala Desa Nirannuang, Ibu2 T.P PKK Desa Nirannuang, Karang Taruna Desa Nirannuang Dan Panitia Pelaksana semarak Hut RI 17 agustus 1945 yg ke 72 di Desa Nirannuang

Foto Arifin Nice.

Foto Arifin Nice.





Halal Bi Halal Hari Kedua Pemkab Gowa di 5 Kecamatan Ini

Gowa, GoSulsel.com – Halal Bi Halal Pemkab Gowa dengan masyarakat Kecamatan Pattallassang, Pallangga, Bontomarannu, Barombong dan Somba Opu yg dipusatkan di Lapangan Pemuda Kecamatan Pattalassang, Rabu (2/8/2017).
Halal Bi Halal ini digelar selama 3 hari dimulai Selasa 1 Agustus 2017 di 18 kecamatan Kab Gowa.

pemkab gowa 1





Rabu, 12 Juli 2017

PROFIL BUPATI DAN WAKIL BUPATI GOWA




BUPATI GOWA
 
Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo
Lahir: Jakarta, 19 Maret 1986
NIK: 7306080903860003
Alamat: Jalan Masjid Raya No 66 Sungguminasa, Kabupaten Gowa
Pekerjaan: Pengusaha/Politisi
Pendidikan:
– SD Islam Athirah Makassar (1992-1998)
– SMP Islam Athirah Makassar (1998-2001)
– SMA Negeri 2 Makassar (2001-2004)
– Universitas Hasanuddin Makassar (2004-2010)
– Pascasarjana UMI Makassar (2015-sekarang)
Pendidikan Informal:
– Pendidikan dan Pelatihan Kader Golkar DPD I Golkar Sulsel (2014)
– Pendidikan dan Latihan Bela Negara DPD I GBN Sulsel (2010)
– Pendidikan dan Latihan SDM Depdagri RI (2014)
– Diklat Bela Negara Koperasi Appakabaji Gowa (2013)
 WAKIL BUPATI GOWA
 
Abdul Rauf Malagani
Lahir: Gowa, 29 Desember 1958
NIK: 7306142912580001
Alamat: Jalan Yusuf Bauty No 3 Batangkaluku Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa
Pekerjaan: Pegawai Negeri Sipil
 
Pendidikan:
– SD Negeri Paranglowe (1966-1972)
– SMP Negeri Sungguminasa (1972-1977)
– SMA Negeri Sungguminasa (1977-1981)
– Akademi Penyuluh Pertanian Gowa (1983-1995)
– Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Ujung Pandang (1998-2003)
– Pascasarjana Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (2004-2006)
 
Pendidikan Informal (antara lain):
– Training Penyelesaian Sengketa Tanah oleh Land Management and Policy Development Project (2008)
– Training Peningkatan Pelayanan Izin Lokasi di Daerah oleh Land Management and Policy Development Project (2008)
– Pendidikan dan Pelatihan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah oleh Departemen Dalam Negeri (2008)

LAMBANG PEMERINTAH GOWA

 A. ARTI LAMBANG
1. Dasar Lambang warna Putih melambangkan tanda suci dengan itikad yang luhur untuk mencapai cita-cita Bangsa yaitu masyarakat adil dan makmur yang diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa.
2. Bentuk Bingkai Persegi Lima Warna Hitam adalah melambangkan Pancasila.
3. Buah Padi berwarna Kuning emas dan buah kapas warna Putih yang melingkari Bingkai persegi Lima, perlambang kemakmuran.
4. Bagian depan terdapat tangga berwarna hitam bertuliskan Gowa dengan huruf latin warna putih menghubungkan buah padi dengan kapas, perlambang Gowa siap melaksanakan Pembangunan yang bertahap.
5. Depan benteng nampak terpancang dua buah meriam warna merah, di mukanya bertengger seekor ayam jantan berwarna putih berjenggot merah
6. Di tengah-tengah berdiri sebatang pohon lontar, batang berwarna hitam, buah sembilan biji warna merah,perlambang Kebudayaan Gowa sebagai bagian dari Kebudayaan Nasional.
7. Latar belakang lambang nampak sinar matahari warna kuning emas dengan pancaran tujuh belas, perlambang proklamasi 17 Agustus dan daun nyiur hijau yang melambai, perlambang Tanah Airku Indonesia.
B. ARTI WARNA PADA LAMBANG
1. Warna Putih berarti Kesucian
2. Warna Hitam berarti Keabadian
3. Warna Merah berarti Kejayaan
4. Warna Kuning berarti Keluhuran
5. Warna Hijau berarti Kesuburan
C. VISI DAN MISI KABUPATEN GOWA
VISI :
TERWUJUDNYA MASYARAKAT YANG BERKUALITAS, MANDIRI DAN BERDAYA SAING DENGAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK
MISI :
1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis pada hak-hak dasar, kesetaraan gender, nilai budaya dan agama
2. Meningkatkan perekonomian daerah berbasis pada potensi unggulan dan ekonomi kerakyatan
3. Meningkatkan pembangunan infrastruktur berorientasi pada interkoneksitas antar wilayah dan sektor
4. Meningkatkan pengembangan wilayah kecamatan, desa dan kelurahan
5. Meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik, bersih dan demokratis
D. NAMA-NAMA BUPATI/KEPALA DAERAH KABUPATEN GOWA
URUTAN
NAMA
MASA JABATAN



I
Andi Ijo KaraengLalolang
1957 – 1960
II
Andi Tau
1960 – 1967
III
K.S. Mas’ud
1967 – 1976
IV
H. M. Arief Sirajuddin
1976 – 1984
V
A. KadirDalle
1984 – 1989
VI
A. Aziz Umar
1989 – 1994
VII
Syahrul Yasin Limpo
1994 – 2002
VIII
Hasbullah Jabar
2002 – 2004
IX
Andi Baso Machmud
2005 (Caretaker)
X
H. Ichsan Yasin Limpo, SH
2005 – 2010
XI
H. Ichsan Yasin Limpo,SH,MH
2010 – 2015



F. KONDISI GEOGRAFIS 
Kabupaten Gowa berada pada 12°38.16’ Bujur Timur dari Jakarta dan 5°33.6’ Bujur Timur dari Kutub Utara. Sedangkan letak wilayah administasinya antara 12°33.19’ hingga 13°15.17’ Bujur Timur dan 5°5’ hingga 5°34.7’ Lintang Selatan dari Jakarta.
Kabupaten yang berada pada bagian Selatan Provinsi Sulawesi Selatan ini berbatasan dengan 7 Kabupaten/Kota lain, yaitu di sebelah Utara berbatasan dengan Kota Makassar dan Kabupaten Maros. Di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Sinjai, Bulukumba dan Bantaeng. Di sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Takalar dan Jeneponto sedangkan di bagian Barat berbatasan dengan Kota Makassar dan Takalar.
Luas wilayah Kabupaten Gowa adalah 1.883,33 km2 atau sama dengan 3,01% dari luas wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Wilayah Kabupaten Gowa terbagi dalam 18 Kecamat

Kamis, 12 Januari 2017

Keluar dari Integrasi BPJS, Anggota DPR RI Temui Bupati Gowa




Gowa,GoSulsel.com – Keluarnya Kabupaten Gowa dari kepesertaan integrasi Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk legislator pusat Komisi IX DPR RI, yang menangani masalah kesehatan.
Terbukti, anggota Komisi IX DPR RI asal Sulsel, Aliyah Mustika Ilham, menemui Bupati Adnan Purichta Ichsan di Ruang Kerjanya, Senin (9/1/2017).

“Kami ingin mengetahui langsung apa alasan Pemerintah Kabupaten Gowa memutuskan keluar dari kepesertaan integrasi BPJS kesehatan karena dengan adanya hal tersebut akan ada kecenderungan daerah lain ikut langkah yang diambil oleh Gowa,” kata politisi Partai Demokrat ini.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menjelaskan, secara rinci kalau peserta integrasi BPJS Kesehatan di Gowa sebanyak 119.601 jiwa dengan mendapatkan layanan fasilitas kesehatan kelas III sama dengan layanan kesehatan gratis yang dimiliki oleh Pemkab Gowa.

“Apabila kami tetap melanjutkan kerjasama untuk integrasi kepesertaan BPJS, maka anggaran akan dobel padahal saat ini Pemkab Gowa kekurangan anggaran diakibatkan pemotongan DAK sebesar 220 milyar rupiah dari pemerintah pusat untuk membiayai program prioritas. Layanan kesehatan gratis dalam RPJMD Tahun 2016-2021 tetap menjadi salah satu prioritas,” jelas Adnan.

Pemkab Gowa tidak lagi memperpanjang kepesertaan integrasi BPJS sejak 1 Januari 2017 sehingga bisa terjadi efisiensi anggaran. Apalagi sistem yang digunakan berbeda dengan kesehatan gratis yang menggunakan sistem klaim sedangkan integrasi BPJS menggunakan sistem pembayaran premi tiap bulannya.

Premi BPJS yang sama diseluruh Indonesia, juga dikritik oleh Bupati Gowa pasalnya tidak sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) . ”Seharusnya besaran premi BPJS ditetapkan berdasarkan regional, berbeda premi di regional Jawa dengan Sulawesi. Ketika kita menyamaratakan ada unsur ketidakadilan. UMR di Jawa kan lebih tinggi berbeda dengan di Sulawesi,” tambah orang nomor satu di Gowa ini.

Kehadiran Anggota Komisi IX DPR RI ini turut didampingi Kader Demokrat Sulsel, Airin Nizar, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gowa, Asriady Arasy, Tenaga Ahli DPR RI, Charisma dan Baharuddin Hafid. Penjelasan yang disampaikan Adnan ini diapresiasi oleh Aliyah Mustika Ilham dan akan menjadi bahan referensi Komisi IX DPR RI pada Rapat Paripurna DPR RI.(*)


http://gosulsel.com/news/09/01/2017/keluar-dari-integrasi-bpjs-anggota-dpr-ri-temui-bupati-gowa/2/

Adnan: Jangan Wajibkan Integrasi Pelayanan Kesehatan Warga ke BPJS


Editor: Baharuddin / Reporter: Satria Sakti - GoSulsel.com / Rabu, 04 Jan 2017 17:46

Makassar,GoSulsel.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diharapkan, tidak mewajibkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengintegrasikan pelayanan kesehatan masyarakat ke BPJS.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL berharap, kewajiban ini harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang dimiliki setiap daerah.

“Kita berharap adanya fleksibilitas, bukan hanya Gowa tapi seluruh Indonesia. Semua kabupaten/kota dan provinsi, mampu melaksanakan pelayanan kesehatan dengan baik, sehingga tidak mengintegrasikan ke dalam BPJS,” kata Adnan kepada awak Media di Kantor Bupati Gowa, Rabu (04/01/2017).

Pemkab Gowa sendiri memilih untuk mengelola sendiri pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sehingga, memutus kerjasama dengan pihak BPJS Kesehatan per 1 Januari 2017.
“Sebaiknya kita berdiri sendiri secara mandiri, dengan memprogramkan kesehatan Gratis sesuai Dengan RPJMD yang telah kita buat sama-sama,” ujarnya.

Efesiensi Anggaran,Adnan: Pemkab Gowa Keluar dari Integrasi BPJS Kesehatan




Gowa,GoSulsel.com – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menekankan kebijakan Pemkab Gowa untuk keluar dari integrasi BPJS salah satunya untuk efisiensi anggaran.
“Keputusan Pemkab Gowa untuk keluar dari integrasi salah satunya membutuhkan pembiayaan yang cukup tinggi, padahal Gowa sudah memiliki program kesehatan gratis hanya dengan memperlihatkan KK atau KTP. Ini salah satu langkah kita untuk efisiensi anggaran,” jelasnya ketika menerima kunjungan dari BPJS di ruang kerjanya, Jumat (6/1/2017).

Lebih lanjut Adnan menjelaskan kalau peserta integrasi BPJS di Gowa sebanyak 119.601 jiwa dengan mendapatkan layanan fasilitas kesehatan kelas III sama dengan layanan kesehatan gratis yang dimiliki oleh Pemkab Gowa.

“ Jika kami tetap melanjutkan kerjasama untuk integrasi BPJS, maka akan dobel anggaran padahal saat ini Pemkab kekurangan anggaran diakibatkan pemotongan DAK sebesar 220 Milliar dari pemerintah pusat untuk membiayai program prioritas. Layanan kesehatan gratis dalam RPJMD Tahun 2016-2021 tetap menjadi salah satu prioritas,” urai mantan anggota DPRD Prov Sulsel ini.
Untuk layanan kesehatan gratis sejak tahun 2009 Pemkab Gowa telah menganggarkan Rp 16 M jika ditambahkan dengankepesertaan integrasi BPJS Gowa harus menambahkan pembayaran lagi sebesar Rp 6 Milliar. Sehingga total yang harus dikeluarkan sebesar lebih dari 20 Milliar.

Berhentinya Pemkab Gowa dari integrasi BPJS sejak 1 Januari 2017 sehingga bisa terjadi efisiensi anggaran. Apalagi sistem yang digunakan berbeda kesehatan gratis menggunakan sistem klaim sedangkan integrasi BPJS menggunakan sistem pembayaran premi tiap bulannya.
Besaran premi BPJS yang sama diseluruh Indonesia, juga dikritik oleh Bupati Gowa.

” Selayaknya premi BPJS ditetapkan berdasarkan regional. Berbeda premi di regional Jawa dengan Sulawesi. Ketika kita menyamaratakan ada unsur ketidakadilan. UMR di Jawa kan lebih tinggi berbeda dengan di Sulawesi,” tambah Bupati termuda di KTI ini.
Kepala Divisi Regional, Maryamah didampingi Kepala Cabang Utama Makassar drg. Unting Patri Wicaksono Pribadi menghargai kebijakan yang diambil oleh Bupati Gowa.

“ BPJS memanag berharap Gowa tetap ikut dalam program integrasi BPJS ini namun kami juga menghargai kebijakan yang diambil oleh Pemkab Gowa terkait efisiensi anggaran. Walau demikian kita masih memiliki kerjasama dikepesertaan BPJS lainnya,” tanggap Maryamah. (*)

http://gosulsel.com/news/06/01/2017/efesiensi-anggaran-adnan-pemkab-gowa-keluar-integrasi-bpjs-kesehatan/